Hogere Burger School (HBS) Surabaya

SMA KOMPLEKS

Pintu Gerbang Hogere Burger School (HBS) Surabaya

Pintu Gerbang Hogere Burger School (HBS) Surabaya

Jalan Wijaya Kusuma No. 48, Surabaya Pusat

Gedung sekolah yang memiliki menara intai di atapnya ini berdiri di jalan wijaya kusuma no 48. Bangunan bersejarah ini dibangun pada tahun 1923 dengan arsitek J Gesber. Masyarakat surabaya mengenal sekolah ini dengan sebutan SMA KOMPLEKS. Di sebut demikian, karena kawasan ini terdapat empat sekolah SMA Negeri 1 Surabaya, SMA Negeri 2 surabaya, SMA Negeri 5 Surabaya dan SMA Negeri 9 Surabaya yang letaknya berdekatan.

Pada jaman pemerintahan Belanda SMA Komplek ini dikenal sebagai Hogere Burger School (HBS) atau kalau jaman sekarang setingkat SMA. Sebelum berlokasi di jalan wijaya kusuma, HBS berlokasi di jalan Kebon rojo kemudian pindah ke ke jalan wijaya kusuma, kawasan ketabang. Seiring perluasan kota surabaya, kondisi kota lama sekitar pelabuhan (surabaya utara) yang kian sesak oleh pertumbuhan penduduk, sehingga membuka pemukiman baru ke arah wilayah selatan antara lain wilayah ketabang ini.

Pada jaman itu yang murid-murid HBS didominasi warga belanda dan beberapa bumi putera yang orang tuanya memiliki kedudukan. Lulusan HBS ini banyak yang menjadi orang sukses, baik siswa dari warga belanda, maupun siswa dari bumi putera. Banyak Siswa-siswa dari bumi putera menduduki jabatan penting pemerintahan antara lain; Dr. Roeslan Abdulgani (mantan Sekjen Deparlu), Dr. Soejatmiko (mantan penasehat presiden), Dr. Widjojo Nitisastro (mantan menteri keuangan) dan lain sebagainya.

Para lulusan HBS dapat melanjutkan pendidikan perguruan tinggi didalam maupun di negeri Belanda, hal ini didukung oleh penguasaan bahasa asing (Inggris,Belanda, Perancis dan jerman) siswa HBS,  Di perguruan tinggi  dalam negeri antaranya NIAS (Kedokteran Unair) dan Technise Hogore School (ITB).
Saat peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 sekolah komplek menjadi Markas tentara republik Indonesia Pelajar. Di halaman sekolah berdiri monumen Pelajar Pejuang Bersenjata, berupa tugu bertuliskan nama-nama pelajar pejuang bersenjata yang gugur dalam pertempuran 10 nopember.
Sedangkan pada jaman pendudukan jepang sekali lagi sekolah ini dijadikan markas Rikugu.
Pada jaman kemerdekaan Sekolah HBS dipecah menjadi 4 SMA Negeri yaitu SMA 1, SMA 2. SMA 5 dan SMA 9 seperti sekarang ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s