Gedung Kesyahbandaran Tanjung Perak Surabaya

Jalan Kalimas Baru No 194, Surabaya Utara

Gambar Gedung Syahbandar Tanjung Perak Lainnya

Gedung Kesyahbandaraan Tanjung Perak, atau tepatnya bernama Gedung Adminitrasi Pelabuhan (Adpel) Tanjung Perak berlokasi di jalan kalimas baru 194 surabaya. Di sekitar area kesyahbandaran ini semua gedung bernomor no 194, namun bangunan adpel ini tampak khas seperti bangunan gereja. Bangunan induk kantor adpel ini menyatu dengan menara suar hal inilah yang memberi kesan seperti bangunan gereja.

Melihat lokasi berdirinya Bangunan Adpel ini di muara kalimas, maka inilah bangunan cagar budaya yang letaknya paling ujung.

Selain jadi saksi tumbuh dan berkembangnya perdagangan di surabaya, bangunan yang mulanya berfungsi sebagai menara pengawas sekaligus mercusuar penandah lokasi pelabuhan tanjung perak, juga perna berperan dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai markas perjungan Serikat Pelayaran Indonesia.

Di Prasasti yang berada di samping gedung dijelaskan mengenai sejarah perjuangan gedung ini. Prasasti tersebut bertuliskan demikian;

Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945,  gedung ini perna dipakai sebagai markas S.P.I (Serikat Pelayaran Indonesia) yang kemudian tergabung ke dalam B.K.R Laut.

Prasasti diresmikan pada tgl, 25  juli 1978

Oleh

Panglima Armada R.I.

Prasojo Mahdi

Laksamana Muda T.N.I

Serikat Pelayaran Indonesia berperan menghimpun para pelaut dan pekerja bangunan untuk ikut melakukan gerakan perlawanan bawah tanah. Mengumpulkan informasi gerakan kapal dan pasukan musuh, mencuri senjata untuk diserahkan kepada pejuang, sabotase terhadap kepentingan musuh.

Selanjutnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya menetapkan Gedung syahbandar serta Menara pengawas sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang. Di plakat cagar budaya yang tertempel di mulut anak tangga menuju lantai 2, menjelaskan stastus gedung kesyahbandaran tanjung perak, Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota Surabaya Nomor 188.45/251/ 402.104/1966, bangunan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) dengan nomor urut 1.

Dalam kegiatan sehari-hari bangunan peninggalan kolonial Belanda ini masih digunakan dalam kegiatan yang menyangkut aktivitas pelabuhan. Semenjak bangunan kuno ini didirikan sehingga sekarang gedung ini memiliki fungsi yang sama.

Sumber ; Majalah Dermaga Edisi 174/mei/2013/35/Landmark Tanjung Perak Masih Tetap Tegak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s