Gereja Kristus Tuhan

Gereja Kristus Tuhan

Gereja Kristus Tuhan

Kilas balik GKA Trinitas dimulai sekitar tahun 1910, di mana terdapat beberapa penatua dan jemaat Chang Lao Hui, Fu Jian Xia Men Ji Du Jiao Hui  atau Gereja Presbyterian di Xia Men, Fu Jian. Mereka adalah imigran-imigran Kristen yang merantau sampai di Surabaya. Pada saat itu datang pula missionary dari Gereja Methodist Amerika. Mereka beribadah dengan menyewa sebuah rumah di Kampung Seng, kemudian pindah ke Kembang Jepun. Bahasa atau dialek yang digunakan adalah Amoy / Min Nan / yang kita kenal dengan Hokkian, yang merupakan cikal bakal GKA Trinitas ini.  Selain itu, digunakan pula dialek Kwang Tung, Hok Tjioe dan Hin Hwa. Jemaat ini menamakan diri Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee. Dan pada tahun 1928 didaftarkan di pemerintah Hindia Belanda dengan nama Stichting Chinese Kerk Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee.

Pada saat itu Pdt Hildering dari Belanda datang untuk melayani komunitas Tionghoa Surabaya, beliau diutus oleh Gereja Reformed Nederland. Jumlah jemaat terus bertambah, dengan bantuan sumbangan dari Gereja Methodist Amerika, jemaat membeli tanah bangunan di pojok Jl. Bakmi (Jl, Samudra) dan Jl. Tjai Po ( Jl, Kopi ). Waktu terus bergulir, jemaat Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee peranakan kesulitan memahami bahasa yang digunakan, mereka mengadakan ibadah dalam bahasa Melayu di Jl. Johar, ini merupakan salah satu asal muasal Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jawa Timur.

Pada tahun 1927, Gereja Methodist Amerika memindahkan pelayanan mereka dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, maka pada tahun 1928 Gereja Methodist Amerika mengalihkan assetnya di Jl. Bakmi tersebut kepada Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee.

Tahun 1939 dan 1940, Dr John Sung seorang penginjil dari Tiongkok mengadakan KKR di Surabaya. Roh kudus bekerja, banyak jiwa dimenangkan, hingga gedung gereja terasa sesak.  Maka diputuskan kebaktian dibagi menjadi 4 kali kebaktian umum dengan dialek :
–    Amoy / Hokkian / Min Nan (yang sekarang GKA Trinitas) kebaktian pukul 9:30 pagi. Buku nyanyian yang pertama kali digunakan adalah Min Nan Shi Ge San Bai Sho.
–    Dialek Kwang Tung kebaktian pukul 12 siang
–    Hin Hwa, pukul 3 siang, dan
–    Hok Ciu, pukul 4:30 sore

Sekitar tahun 1951, gedung gereja pertama di Jl. Bakmi dirasa tidak lagi mencukupi, maka jemaat dari 4 dialek bahasa tersebut merenovasi gedung gereja. Berdirilah gedung gereja Jl. Samudra saat ini, yang mampu menampung kurang lebih 500 jemaat.  Prasasti di Gereja Samudra menyebutkan tahun 1952 gedung gereja selesai didirikan. Prasasti dalam bahasa Indonesia menyebutkan, “pada tahun 1928 dibeli dari Methodist Amerika”, tetapi dalam Bahasa Mandarin dipahat  “dialihkan oleh Methodist Amerika”.

Tahun 1967, karena situasi politik yang melarang penggunaan huruf Tionghoa,  maka Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee Surabaya bergabung dengan  Staatsblat Chinese Kerk Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee Klasis Jawa Timur dan mengganti namanya menjadi Gereja Kristus Tuhan (GKT), dengan tetap mengadakan kebaktian  dalam 4 dialek bahasa.

Sumber ; Gereja Kristen Abdiel Trinitas,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s