Masjid Kemayoran

Masjid Dengan 3 Keunikan

DCF compatable JPEG Img

Masjid Kemayoran merupakan masjid yang memiliki 3 keunikan; keunikan pertaman, salah satu masjid tertua sesudah Masjid Ampel. Keunikan ke dua, satu-satu masjid yang dibangun pemerintah belanda. Keunikan ke tiga Masjid Terbesar Pertama di surabaya sampai tahun 1905.

Pemerintah belanda membangun masjid kemayoran bukan tanpa sebab, melainkan ada udang dibalik batu, yaitu untuk meredakan perlawanan hebat umat islam surabaya. Setelah masjid mereka di Surapringgo, sekarang kompleks Monumen Tugu Pahlawan di robohkan pemerintah belanda. Di tanah bekas masjid kemudian di bangun kantor peradilan. Dalam perlawanan menentang perobohan masjid ini seorang kiai bernama Badrun gugur, untuk menghormati beliau masyarakat menyebutnya dengan kiai sedo masjid dan jasadnya di kebumikan disebelah lokasi masjid. Lebih Lanjut Baca Postingan Kiai Sedo masjid.

Masjid kemayoran ini di bangun pada tahun 1772 berdasarkan karya arsitek J.W.B. Wardenaar dengan gaya arsitektur jawa kuno. Bangunan masjid terdiri dari bangunan utaman, sebagai ruang beribadah dan dua menara yang berada di sisi kiri dan kanan. Dengan ketinggian menara sekitar 70 kaki. Salah satu menara tersebut kemudian runtuh terkena sambaran petir. Sekarang masjid kemayoran memiliki satu menara.

Di dinding dalam masjid kemayoran terdapat prasasti terbuat dari logam  bertuliskan huruf  jawa dan tulisan berbahasa jawa pada masa pemerintahan bupati Temenggung Kromojoyo Dirono.

Pada Zaman Perjuangan Kemerdekaan Mesjid tersebut merupakan Markas Pejuang Hizbullah yaitu tepatnya di SMPN 2 Surabaya. Yang dulunya merupakan lahan milik yayasan Mesjid.

Renovasi

Bangunan masjid kemayoran telah mengalami beberapa kali renovasi, baik berupa perluasan maupun pemugaran.

 Pada tahun 1848 dilaksanakan pemugaran masjid Kemayoran Surabaya dengan tetap pada bentuk aslinya (kubahnya berbentuk kerucut bersusun seperti tampak pada relief di taman depan masjid).


Tahun 1934 diadakan perluasan dan pemugaran masjid, tetapi kubahnya masih tetap berbentuk kerucut. Sementara pada 31 Januari 1961, diadakan perombakan dan pemugaran kubah masjid dengan bahan dari alumunium berbentuk setengah lingkaran bola.

Tahun 1969, perluasan masjid telah selesai –seperti yang terlihat sekarang– dan berpagar sepanjang jalan, dari masjid sampai halaman sebelah Timur. Sementara tahun 1985 diadakan pemugaran kubah dengan penggantian konstruksi dan pelapisan kubah dengan serat kaca (fibver glass) berwarna hijau. Pemugaran ini diikuti dengan pemugaran interior ruang utama masjid.

Lalu, 12 Agustus 1995 diadakan peresmian pemugaran gapura (pintu gerbang) masjid Kemayoran Surabaya yang bentuk bangunannya disesuaikan dengan model eksterior pintu utama masjid sekarang (pintu dekat taman). Tanggal 26 Juli 1997 diresmikan Gedung Serba Guna Masjid Kemayoran Surabaya oleh bapak HM. Basofi Sudirman, gubernur Jawa Timur saat itu.

Lanjut Baca Postingan Menarik Tentang Obyek Wisata Dekat Masjid Kemayoran :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s